Raker Peningkatan Perekonomian Masyarakat

Martin
Bupati menyampaikan arahanya dalam raker  peningkatan ekonomi Senin (16/10) di pendopo Bupati.

KETAPANGNEWS.COM – Bupati Ketapang Martin Rantan SH melakukan rapat kerja dengan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Rapat kerja yang digelar dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan dalam menyatukan program aksi SKPD untuk mencapai Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Ketapang, yakni Ketapang Maju Menuju Masyarakat sejahtera, rapat kerja yang menghadirkan ratusan penyuluh dari Kecamatan, para Kepala SKPD, berlangsung dipendopo rumah Jabatan Bupati Ketapang, Senin (16/10).

Asisten II Setda Farhan.SE.M.Si yang memimpin rapat tersebut mengatakan, bahwa rapat kerja ini untuk menyusun langkah-langkah kerja selanjutnya demi untuk kemajuan daerah ini, sebagai mana visi dan misi Bupati dan wakil Bupati terpilih Ketapang Maju menuju masyarakat sejahtera.

Farhan memaparkan pengertian kemajuan itu jangan diterjemahkan dengan mengikuti mode jaman sekarang itu sudah maju, tetapi menurutnya kemajuan itu disegala bidang bergerak maju, di contohkanya seperti kebutuhan akan telor di Kabupaten Ketapang sebut saja dalam 1 tahun ada 1 juta ton, tetapi kebutuhan telor tersebut tidak pernah terpenuhi.

“ Ini berarti kita belum berada pada titik yang maju, kita baru berada pada titik memenuhi kebutuhan dalam setahun hanya mampu meningkat satu persen, dan itu tugas kita semua untuk memenuhi kebutuhan itu,“ ucap Farhan

Terpenting menurutnya harus disadari bahwa ketahanan pangan harus kita miliki semua, untuk saat ini kita masih ketergantungan pangan dari negara luar.

“Kalau mereka mau tidak mengeksport pangan ke negara kita, kocar kacir kita dibuatnya “ kata Farhan.

Farhan berharap kepada semua yang hadir bahwa keinginan mencapai dalam memenuhi Visi Bupati dan Wakil Bupati terpilih dan kita mengimplementasikan misi terutama misi yang berkenaan dengan pemerdayaan ekonomi ekonomi masyarakat.

“Kita semuanya bersatu dan membawa Ketapang ini maju bukan dengan sebuah slogan, tetapi ingin kita ciptakan dengan sebuah kerja kerja kerja semua punya peran dan bagai mana meningkatkan kualitas kerja kita, “ ajak Farhan.

Bupati Martin Rantan SH dalam arahannya mengatakan hasil pertemuan ini merupakan pra-kondisi selnjutnya untuk kita melakukan loka karya dibidang ekonomi setelah itu ada blue print kegiatan di masing-masing SKPD.

“Kalau nanti ada penganggaran diluar blueprint tidak diakomodir, demikian juga dengan pengangaran di APBD jika tidak masuk dalam visi dan misi tidak akan dikomodir, karena visi dan misi sudah masuk dalam RPJMD,”  tegas Bupati.

Untuk Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan, dijelaskan Bupati ada bidang sarana pertanian yang mendukung upaya upaya pertanian, tetapi jangan membuat program yang manfaatnya tidak jelas.

Bupati mencontohkan seperti pembangunan jalan usaha tani dan normalisasi parit, kalau harus dibangun Bupati mengintruksikan harus tuntas seperti jalan usaha tani harus sampai rabat beton dan demikian juga dengan normalisasi paret harus sampai barau.

Demikian juga peternakan, bagai mana beternak yang baik, mulai dari penggemukan sampai pemanfaatan kotorannya untuk pertanian, terkait perkebunan Bupati berharap ada kebun masyarakat atau plasma mandiri, selain itu ada juga karet, sahang atau lainnya.

Untuk Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan ini Bupati berharap harus membentuk balai penyuluh pertanian disetiap Kecamatan terkecuali kecamatan Pemahan dan Delta Pawan.

Setelah itu luas lahan yang dimiliki balai penyuluh pertanian ini minimal 10 hektar atau 20 hektar, karena menurut Bupati kita perlu memberikan contoh pada para pekebun bagai mana mengelola kebun dengan baik di BPP ini tanamlah kelola komoditi yang bisa menghasilkan produksi pertanian yang bisa dikomersilkan.

“Kalau ada 20 hektar 10 hektar untuk kebun sawit, 2 hektar kebun karet 2 hektar ebun ubi, kebun sahang dn sebagainya “ kata Bupati.

Untuk itu Bupati meminta bagian organisasi untuk menyusun organsisasi kelembagaan di Kecamatan dibawah naungan Dinas Pertanian dan Peterkanakan perkebunan, untuk namanya ini apakah BPP atau UPTD atau lainnya,

BPP atau UPTD ini diharpakan Bupati supaya mengelola unit-unit produktif, sehingga nanti bisa ada PAD seperti ada kebun sawit 10 hektar idealnya 1 juta perhektar atau 1 ton perhektar nanti ini bisa digunakan operasional di Dinas maupun disumbangkan untuk menambah kas daerah.

“Ini yang disebut kita mengeluarkan belanja modal, jadi kita tidak harus terus menerus mengeluarkan biaya pembangunan tapi tidak ada featback kepada daerah kita kesulitan dalam pendapatan PAD, “ papar Bupati.

Menurut Bupati kedepan BPP atau UPT ini menjadi tempat yang strategis untuk yang pertama kita melakukan perbaikan diri kita memberikan contoh kepada petani bagai mana menjadi petani yang baik, pekebun yang baik, peternak yang baik, masyarakat kita ajak kita berikan penyuluhan.(adv/dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.