Penjelasan Kasat Pol PP Soal Penertiban Pasar Bujang Hamdi

Pol PP-2
Pasukan aparat keamanan ketika dilempari batu oleh para pedagang Pasar Haji Bujang Hamdi sebelum dibongkarnya pasar, Sabtu (21/10) pagi.

KETAPANGNEWS.COM—Meski telah mendapat perlawanan keras dari ratusan pedagang, akhirnya Pemerintah Daerah (Pemda) Ketapang tetap melakukan pembongkaran terhadap pasar Haji Bujang Hamdi, Sabtu (21/10) pagi. Dalam penertiban, Pemda menerjunkan kurang lebih 400 personil dari Satpol PP, TNI dan Polisi.

Sebelumnya, penertiban sempat diwarnai aksi saling dorong saat aparat membuka blokade oleh pedagang. Bahkan, aparat juga dihujani dengan batu, sehingga membuat pasukan sempat mundur. Namun usaha pedagang juga tak berhasil. Sehingga saat ini pasar tersebut rata dengan tanah.

Kasat Pol PP Ketapang, Edy Junaidi mengatakan, pembongkaran paksa pasar Haji Bujang Hamdi dilakukan Pemda bukan tanpa dasar. Sebab sebelumnya Pemda telah menjalankan mekanisme dan berbagai tahapan sesuai aturan.

“Eksekusi yang kita lakukan bukan semena-mena, melainkan sudah melalui berbagai mekanisme dan tahapan sesuai peraturan perundang-undangan. Terlebih keberadaan pasar itu (H Bujang Hamdi-red) melanggar Perda,” kata Edy Junaidi usai memipin penggusuran kepada awak media di lokasi pasar, Sabtu (21/10) pagi.

Pasar Bujang Hamdi
Excavator milik Pemerintah Daerah (pemda) saat melakukan pembongkaran kios milik pedagang pasar Haji Bujang Hamdi, Sabtu (21/10).

Terhadap sempat terjadi aksi pelemparan batu, menurut Junaidi setiap penertiban pasti ada benturan dan bentrokan. Namun hal demikian dianggapnya soal biasa lantaran sebuh resiko dalam melaksanakan tugas.

“Sudah barang tentu setiap penertiban, yang namanya bentrokan tak bisa dihindarkan. Cuma ini kami anggap hal biasa, inilah resiko dalam bertugas. Bahkan kaki saya dan beberapa anggota saya juga terkena lemparan batu,” ucap Junaidi.

Selain itu, pasca penertiban pasar H Bujang Hamdi, pihaknya bersama tim gabungan tetap melakukan pengamanan di lokasi pasar selama satu bulan. Tujuannya untuk menghindari adanya aktivitas pedagang baru serta masalah yang tidak diinginkan.

“Sehingga jika masih ada yang melakukan aktivitas berdagang pasca ditertibkan, kita akan tetibkan kembali sesuai aturan,” timpal dia.

Sementara terhadap pedagang yang lapaknya sudah dibongkar, ia menghimbau untuk menempati lapak-lapak yang telah disediakan di Pasar milik Pemda, yakni Rangge Sentap milik Pemda. Serta ke pasar legal yang ada di Ketapang.

“Perlu saya jelaskan, bahwa para pedagang, kalau mau pindah tidak hanya harus berpatokan ke Pasar Rangge Sentap. Tetapi bisa ke pasar-pasar legal lain di Ketapang,” imbaunya.

Kemudian, mengenai pasar illegal lain di Ketapang, selaku penegak Perda pihaknya komitmen untuk menertibkannya. Bahkan tak segan menertibkan usaha usaha-usaha illegal yang ada.

“Jadi setelah pasar ini kita tertibkan, akan berlanjut penertiban di pasar-pasar ilegal lain. Seperti satu diantaranya pasar yang berada di Jalan Diponegoro. Serta pasar-pasar melanggar aturan daerah lainnya,” tegasnya.(absa)

One Response to "Penjelasan Kasat Pol PP Soal Penertiban Pasar Bujang Hamdi"

  1. Iwan   21 October, 2017 at 7:33 pm

    O begian ceriteny t ye kalau kolam dan sentap ni gimane cerite

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.