Pemda Tetap Tertibkan Pasar Illegal

Bupati Ketapang-2
Bupati Ketapang, Martin Rantan SH.

KETAPANGNEWS.COM—Terkait permintaan para pedagang pasar Haji Bujang Hamdi untuk beraudiensi kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Ketapang tampaknya tidak akan berhasil. Pasalnya, hal tersebut mendapat penolakan dari Bupati Ketapang, Martin Rantan SH.

“Kalau saya, audiensipun tidak akan saya layani, karena pasar itu (Bujang Hamdi –red) illegal. Kalau kita diaudiensi dan dipaksa supaya terima itu tentu repot, mau dibawa kemana negara ini,” kata Martin Rantan kepada awak media di Ketapang, Senin (16/10).

Martin menegaskan, persoalan penertiban pasar illegal, terutama pasar H Bujang Hamdi sudah bersifat final.

Terhadap pedagang yang akan dipindahkan, diakuinya sudah disiapkan di pasar milik Pemda, yakni Rangge Sentap. Serta beberapa pasar Desa yang resmi di Ketapang. Sehingga nanti tinggal tugas dari Dinas bersangkutan untuk mendistribusikannya.

“Jadi tidak musti di Pasar Rangge Sentap semua, tapi ada beberapa pos pelayanan publik. Seperti diantaranya kita sudah membangun pasar untuk mereka berdagang,” jelas dia .

“ Ini tujuannya agar tidak melaksanakan aktivitas perekonomian ditempat illegal,” timbalnya.

Sementara mengenai larangan pegawai untuk tidak belanja dipasar illegal, menurutnya hanya bersifat ajakan. Supaya unsur pemerintah dan Aparatur Sipil Negara (ASN) mendukung sesuatu yang legal dan sudah menjadi keputusan pemerintah.

“Terlebih hal ini dilakukan dalam rangka melaksanakan fungsi undang-undang dan peraturan yang ada,” tutupnya.(absa).

Leave a Reply

Your email address will not be published.