Mahasiswa Australia Ini Ingin Berkontribusi Untuk Ketapang

Berikan Motivasi ke Generasi Penerus Ketapang

Berli Arta
Berli Arta saat berpoto dengan latar belakang kampusnya.

KETAPANGNEWS.COM—Melanjutkan pendidikan sampai keluar negeri merupakan salah satu impian banyak orang, misalnya di Monash University Australia. Namun, tak banyak pula yang mendapat kesempatan tersebut secara gratis atau dengan kata lain “Beasiswa”. Tentu, untuk meraih itu harus diukir dengan berbagai prestasi dan kepiawaiaan dalam belajar.

Kali ini, yang mendapat kesempatan tersebut adalah Berli Arta, merupakan salah satu Awardee LPDP asal Kabupaten Ketapang. Sehingga melanjukan pendidikannya di jejang Master, Studi Monash University jurusan Master of TESOL, di Suburb Clayton, Kota Melbourne, Negara bagian Victoria, Australia.

Menurut pria kelahiran 1991 ini, bisa kuliah di Monash University merupakan sebuah nikmat besar. Lantaran mendapatkan Pendidikan universitas dunia membuka wawasan. Mulai dari pengetahuan, cara berfikir, milihat masalah, cara menyelesaikan masalah, hingga pergaulan.

Belum lagi, kita dituntut untuk melihat sebuah masalah dari berbagai sudut pandang, sehingga kesimpulan diambil menjadi lebih objektif. Ditambah lagi mengerjakan sesuatu secara kelompok dengan mahasiswa dari negara lain seperti Cina, Vietnam, Iran, India, Filipin, Rusia, dan sebagainya.

“Bagi saya mendapatkan kesempatan belajar di Monash University adalah nikmat yang besar. Meskipun sebelumnya saya juga pernah mengikuti pertukaran pelajar ke Jepang tahun 2012 dan konfrensi Internasional di Singapura di tahun yang sama. Tapi belajar di Australia memberikan atmosfir berbeda, mulai dari suasana belajar mandiri, berfikir kritis, bacaan yang banyak, serta standar tugas yang tinggi,” tutur pria berkacamata ini, Minggu (8/10).

Selain itu, lanjut dia, di Monas University dirinya dituntut harus memiliki kebaharuan dari tulisan esai sebagai tugas pokok dalam kuliahnya. Namun, kegigihan dan niat belajarnya yang tinggi serta selalu berkomunikasi dengan para seniornya dari indonesia, hal tersebut bisa dilaluinya dengan mudah.

Sehingga setelah melalui proses, khususnya pada semester awal, dirinya mendapatkan grade distinction untuk semua mata kuliah yang diambil. Bahkan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) pada semester pertamanya adalah empat dari skala empat.

Dengan demikian, ia bertekad, setelah menyelesaikan Pendidikannya di Monash, dirinya akan berkontribusi kepada daerahnya, yakni Ketapang. Terutama dalam pengembangan dan peningkatan Pendidikan Bahasa Inggris di berbagai jenjang Pendidikan.

“Tujuannya tidak lain, saya ingin berbagi motivasi kepada adik-adik di Ketapang yang ingin melanjutkan pendidikan, baik dalam negeri maupun luar negeri,” ungkap alumni MAN 2 Ketapang ini.

Untuk bisa kuliah keluar negeri, menurutnya berbeda-beda dan tergantung negara tujuan. Jika ingin kuliah di English speaking country seperti Australia, diantaranya harus memiliki kemampuan Bahasa Inggris, dibuktikan oleh tes IELTS dengan minimal skor 6.5 overall. Serta tidak boleh ada yang kurang dari 6 untuk setiap skill (listening, speaking, reading, dan writing).

“Jadi persiapkan IELTS test jauh hari sebelum memulai studi di luar negeri. Kemudian, jika ingin kuliah dengan jalur beasiswa pastikan punya kelebihan yang bisa diandalkan. Seperti prestasi akademik, prestasi non-akademik, pengabdian masyarakat, oraganisasi dan karya tulis ilmiah,” saran dia.

Selain itu, asah critical thinking dengan mengikuti berbagai kegiatan seperti diskusi atau club debat Bahasa Inggris. Karena skill ini sangat dibutuhkah pada saat kuliah, khususnya di Monash University. Jika merasa belum memilki hal-hal tersebut, jangan berkecil hati. Masih ada kesempatan fokus pada persiapan, dicicil sedikit demi sedikit mulai dari sekarang.

“Saya merintis prestasi mulai dari level kampus hingga internasional melalui proses yang panjang. Saya pernah mengikuti berberapa lomba mewakili sekolah pada saat SMA, dan tidak pernah menang. Namun mencoba dan terus mencoba, bahkan sampai hari ini,” ceritanya.

Kemudian, jaga integritas. Hindari berbuat curang dalam mengejar mimpi, seperti mencontek, plagiat dan pembohongan public. Sebab Hal itu hanya akan menjadi boomerang dikemudian hari dan tidak ada manfaatnya juga.

Justru, kualitas diri malah terlihat berbanding terbalik dengan pencintraan yang dibuat. Selanjutnya, terakhir teruslah berbagi hal positif, mulai dari motivasi hingga ilmu. Semakin banyak kita berbagi, semakin banyak yang akan kembali pada kita dalam bentuk yang berbeda tentunya.

“Semangat terus untuk berprestasi bagi generasi muda Ketapang. Peluang masih terbuka lebar bagi yang mau berusaha dan berdo’a,” tutupnya.(absa).

Leave a Reply

Your email address will not be published.