Lihat Kondisi Riil Masyarakat, Bupati Kunjungi Desa-Desa Terpencil

Bupati Tinjau Kondisi Jalan dan Jembatan

 

tinjau jalan pelang-1
Bupati Tinjau Kondisi Jalan dan Jembatan.

KETAPANGNEWS.COM Sejumlah desa yang ada di kecamatan Sungai Laur dikunjungi Bupati Ketapang. Kunjungan ke desa-desa Sungai Laur adalah untuk melihat kondisi riil di lapangan, terutama pembangunan infrastruktur guna mendorong tumbuh dan berkembangnya ekonomi masyarakat sebagaimana visi dan misi Bupati Ketapang.

“Ini bukan tebar pesona, tapi untuk melihat kondisi riil di lapangan,” tegas Bupati Ketapang, ketika berada di Sungai Daka, Kecamatan Sungai Laur belum lama ini.

Selama berada di Sungai Laur beberapa kondisi jalan yang dilihat mulai dari Dusun Semapau Hulu  Desa Lanjut Mekar Sari.  Selain itu, kondisi jalan di Sukaramai, Suka Ramai, Betentang, Kenyauk dan Desa Teluk Mutiara.

Kondisi jalan dan jembatan gantung ditinjau langsung oleh Bupati Ketapang. Pada jembatan gantung kenyauk yang sudah ikat dengan tali juga tak lepas dari pantauan Bupati Ketapang. Di depan masyarakat Desa Teluk Mutiara, Kecamatan sungai Laur, Bupati ketapang mengatakan sudah memerintahkan kepada Kepala Dinas PUTR ketapang untuk menyusun DED (Detail Engeenering Design) jembatan kerangka baja Kenyauk. Tahun depan sudah bisa dialokasi DED, dan pembangunannya bisa dilakukan pada tahun 2020. Hal ini juga tergantung kepada kondisi keuangan daerah, serta dukungan para anggota DPRD Kabupaten Ketapang.

“Jalan ke Kenyauk nanti akan kita perhatikan agar mudah transportasi darat,” ucap Bupati Ketapang.

Selain itu Bupati Ketapang juga meninjau jembatan gantung Sungai Daka bersama masyarakat setempat. Perlunya perhatian serius kepada infrastruktur ini, juga disampaikan tokoh masyarakat Sungai Daka.

Menurut Yong Song, ia berharap jalan di Sungai laur dapat teraspal, ia mengaku heran di Sepotong ada jalan yang terasapal. Sementara di desa lain belum beraspal. Masih terbatasnya transportasi antar desa di sungai laur dibenarkan camat Sungai Laur, B.Umum, SH.

Kondisi jalan sungai laur menuju Suka Ramai-Kenyauk dibangun dibawah tahun 2010, sampai saat ini belum ada kelanjutan lagi. Didepan para anggota DPRD Ketapang dapil Ketapang Dua, camat mengungkap sudah berulangkali mengusulkan dalam musrenbang. Namun, mereka juga memahami kondisi keuangan daerah yang terbatas. Namun, kedepan kondisi infastruktur di sungai laur menjadi perhatian.

Selanjutnya Bupati Ketapang meninjau kondisi infastruktur di Desa Tanjung Maju, Dusun Tanjung Rambut Desa Harapan Baru, dan Desa Selangkut Raya. Pada Desa Tanjung maju, bupati didampingi anggota DPRD Ketapang dapil Ketapang dua juga meninjau pembangunan Polindes yang belum tuntas. Demikian juga kondisi jembatan Gantung yang menghubungkan Desa Harapan Baru dan Desa Selangkut Raya juga menjadi perhatian Bupati Ketapang.

Selama berada di Desa Harapan Baru dan Selangkut Raya, Bupati Ketapang berkeliling menggunakan sepeda motor melihat infrastruktur di Desa. Setelah itu itu hadir di rumah adat Desa Selangkut Raya berdialog dengan masyarakat.

Dikatakan Bupati Ketapang, semula ada rencana mengunjungi Desa Tanjung Beringin. Namun terbatas waktu sehingga tidak dilanjutkan. Ia juga minta maaf kepada masyarakat Desa Selangkut Raya tidak bisa berlama-lama di desa tersebut. Namun, dalam beberapa waktu kedepan kembali mengagendakan perjalanan dan bermalam di  Desa Selangkut Raya.

Diterangkan Bupati ketapang, pihaknya ada mengagendakan membuka keterisoliran antar desa. Kedatangan kali ini baru awal penjajakan, kedepan ia akan kembali mengunjuingi desa-desa yang belum terkunjungi seperti ke Randau limat, Lubuk Beranang dan lain-lain.

“Saya dilahirkan juga di kampung,, tahu juga kondisi kampung,” ujarnya.

Di depan masyarakat, Bupati Ketapang menuturkan idealnya pembangunan daerah APBD Ketapang setiap tahunya antara Rp 5-10 triliun. Namun, sampai saat ini baru sekitar Rp 1,9 triliun. Untuk Membangun Ketapang yang terdiri 20 kecamatan, 253 desa dan 9 kelurahan maka dana masih sangat kecil sekali.

Selanjutnya Bupati Ketapang juga meninjau jalan Simpang Dua-Perawas. Kepala Desa Kampar Sebomban, Kristianus Iskimo A,md mengharapkan agar jalan ini pengaspalannya yang sudah sampai dusun merangin agar dilanjutkan sampai ke Perawas.

Karena dengan teraspalnya ruas jalan ini sangat mendukung transportasi masyarakat dalam menggerakkan roda perekonomian. Harapan masyarakat tersebut dijawab langsung Bupati Ketapang, bahwa Pemkab ketapang komitmen membangun infastruktur, karena sudah menjadi misi kepala daerah periode 2016-2021. Karena itu, pembangunan jalan Simpang Dua sampai ke Perawas tetap dilanjutkan.

Setelah kunjungan kerja di Sungai Laur dan Simpang Dua, Bupati Ketapang menerus perjalanan meninjau kondisi riil di lapangan. Termasuk juga pembangunan ruas jalan Propinsi sampai ke jembatan Tumbang Titi. Kondisi jembatan juga tak luput dari perhatian Bupati Ketapang. Demikian juga pembangunan jalan Pelang-Sungai Melayu, termasuk kondisi jembatan dan gorong-gorong ditinjau Bupati Ketapang.

Jalan Pelang-Tumbung Titi ini akan dilanjutkan pembangunannya dengan proyek multiyears. Dimana, ruas jalan ini akan menjadi poros menghubungkan beberapa kecamatan, termasuk juga telah dibukanya ruas jalan serengkah-beringin Raya terhung ke ruas jalan Trans Kalimantan.

Sisi lain,  poros jalan sungai pelang-sungai Melayu  juga dipersiapkan rencana relokasi Bandara Rahadi oesman, yang rencananya pada tanggal 23 Oktober 2017 akan dipresentasikan bersama Gubernur Kalbar di depan Presiden RI.(adv/dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.