Dipicu Pemadaman, Massa Rusak Kantor PLN Sandai

PLN Ilustrasi
Ilustrasi Listrik padam.

KETAPANGNEWS.COM – Ratusan warga Kecamatan Sandai yang kesal akan pemadaman listrik bergilir melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Rayon Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Sandai, Minggu (15/10) malam. Tak hanya menyampaikan tuntutan massa meluapkan kekesalannya dengan melakukan pengrusakan terhadap kantor Rayon PLN Sandai.

Manager PLN Area Ketapang, Wilfrid Siregar membenarkan kejadian unjuk rasa berujung adanya pengrusakan kantor PLN Rayon Sandai.Kejadian terjadi pada Minggu malam sekitar pukul 20.20 WIB, ada massa yang merupakan warga sandai melakukan demo ke kantor Rayon PLN di Sandai.

“Selain demo mereka juga melempar batu sehingga membuat kaca kantor pecah serta menghancurkan parkiran motor di kantor kita,” ungkapnya saat dikonfirnasi awak media Senin (16/10).

Menurutnya, saat kejadian ada beberapa karyawan PLN Rayon Sandai berada di dalam kantor serta dilokasi kejadian juga ada anggota kepolisian setempat, namun karena saat kejadian jumlah massa sangat ramai sehingga aksi pengrusakan tidak bisa terhindari.

“Massa ramai, untung aparat bisa langsung menenangkan para pendemo, sehingga tidak terus melakukan pengrusakan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, penyebab terjadinya unjuk rasa berakhir pengrusakan karena adanya pemadaman bergilir di wilayah Kecamatan Sandai.

Menurutnya pemadaman dipicu karena saat ini wilayah Sandai mengalami defisit listrik sekitar 2 hingga 2,5 MW yang memaksa pihaknya membuat jadwal pemadaman secara bergilir.

“Kondisi diperparah karena pekan lalu ada satu mesin yang rusak, otomatis suplai semakin berkurang dan jadwal pemadaman bertambah,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, meskipun sudah di share jadwal pemadaman ke Kecamatan, Kelurahan, mungkin saja warga ada yang tidak mengetahui kondisi yang dihadapi PLN rayon Sandai.

“KIta akan terus berupaya memperbaiki mesin yang rusak agar dapat menyuplai listrik kepada warga, kita juga akan merelokasikan beberapa diesel PLTD ke wilayah Sandai untuk menutupi defisit yang ada di Sandai dan sekitarnya,” ungkapnya.

Ia meminta nasyarakat bersabar, pihaknya terus berupaya memberikan pelayan terbaik, Pln juga tidak mau ada rumah warga yang mengalami pemadaman.

“Jadi kita optimalkan perbaikan mesin dan melakukan relokasi mesin dari beberapa PLTD yang ada,” tuturnya.

Menurutnya, meskipun tidak mengcover semua defisit yang penting bisa membantu mengurangi defisit yang ada. Namun tentu pemadaman tetap akan ada sampai bisa mengatasi defisit yang ada.

“Tahap awal kita sama sekali tidak ada menuntut soal pengrusakan, kita hanya buat laporan ke Polsek dan prosesnya nanti kami serahkan ke pihak berwajib,” ujarnya.

Sementara Kapolsek Sandai, AKP Frits Orlando Siagian menjelaskan, aksi unjuk rasa berujung pengrusakan diduga akibat pemadaman bergilir yang dilakukan oleh PLN setempat.

“Dari keterangan PLN, pemadaman bergilir dilakukan karena adanya mesin PLN yang rusak sehingga tidak bisa mensuplai penuh masyarakat,” katanya.

Menurutnya, saat kejadian ada sekitar 150 massa datang ke kantor PLN Sandai, saat kejadian memang ada polisi, danramil, camat, perangkat desa, kemudian massa dilayani sama pihak PLN.

“Mungkin karena penyampaian kurang pas dari PLN makanya mereka spontan melakukan pengrusakan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, beruntung tidak ada korban fisik dari kejadian tersebut, pihaknya dapat segera mungkin menenangkan massa yang jumlahnya memang sangat ramai.

“Kita sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan masih menunggu data valid mengenai berapa kerugian akibat pengrusakan tersebut,” ujarnya.

Kapolsek menambahkan akan melakukan rapat koordinasi dengan pihak terkait, untuk pengrusakan sendiri akan dilakukan penyelidikan, namun pihaknya agak sedikit kesulitan karena kondisi saat kejadian massa ramai dan malam hari.

“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk dapat menahan diri dan menjaga keamanan agar kondisi bisa selalu kondusif sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang malah dapat merugikan diri sendiri atau orang lain” imbaunya. (dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.