Pemkab KKU Didesak Lanjutkan Proyek Pembersihan Primer

Saluran Primer Telaga Arum
Kondisi saluran primer di Desa Telaga Arum, KKU yang kini ditumbuhi semak beluka.- Karim.

KETAPANGNEWS.COM, Kayong Utara—Warga Desa Telaga Arum, Kabupaten Kayong Utara menyayangkan proyek pengerjaan saluran primer sepanjang empat  KM belum selesai. Pasalnya, proyek yang dikerjakan pada tahun 2016 tersebut hingga kini belum rampung dari sisi pembersihannya.

Warga Desa telaga Arum, Rahimin (52) menuturkan, untuk mendapatkan proyek pembersihan primer, warga desa telah menunggu selama kurang lebih 20 tahun. Sebelum pada akhirnya dikerjakan tahun 2016.

“Penantian proyek itu kami menunggu kurang lebih 20 tahun sebelum dikerjakan tahun 2016. Tapi sayangnya kok tidak selesai, bahkan hanya sebelah saja selesainya dari bagian primer yang dikerjakan,” kata Rahimin, Rabu (13/9).

Terhadap belum selesainya proyek itu, Rahimin mengaku bahwa dirinya pernah bertanya dengan salah seorang dari dinas terkait mengenai pembersihan primer yang tidak rampung.

“Kami pernah bertanya dengan orang yang berkaitan proyek ini, terus orangnya bilang kalau anggarannya habis. Kemudian akan dilanjutkan tahun 2017,” akunya.

Atas jawaban demikian, menurut dia, seharusnya sebelum proses pengerjaan sudah ada penyesuaian antara lahan proyek dan pendanaan. Sehingga mencukupi sampai proyek selesai.

Senada juga disampaikan Sunaryo (37), dengan proyek yang tidak selesai, kata dia menyebabkan pemandangan primer menjadi tidak rapi. Sebab tumbuhan liar seperti Nipah (daun atap) menjadi tumbuh ditengah. Sehingga primer menjadi dangkal dan rawan banjir.

“Primer kita jadi tidak rapi dan juga menjadi dangkal serta tumbuhan liar sekarang hidup ditengah. Coba kalau proyeknya selesai, tentu akan rapi, sampan juga bisa lewat, namun jika seperti inikan susah,” ketusnya.

Untuk itu, ia berharap kepada pemerintah KKU agar proyek tersebut segera dilanjutkan. Sehingga pihaknya selaku masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

“Saya pengennya segera dilanjutkan. Untuk pemerintah, saya sarankan ketika ada proyek pembangunan infrastruktur maupun fasilitas lainnya, tolong di cek sebenar-benarnya ke lapangan. Tujuannya agar kami sebagai warga dapat merasakan manfaatnya,” harapnya.(karim).

Leave a Reply

Your email address will not be published.