Festival Keraton Matan Tanjungpura Berakhir

Penutupan Festival Keraton
Ir Gusti Kamboja saat menyerahkan piala kepada pemenang lomba di acara penutupan Festival Keraton, Minggu (24/9) malam.

KETAPANGNEWS.COM—Festival Keraton Matan Tanjungpura ke VI tahun 2017 di Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang resmi ditutup oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Isyat Isak, Minggu (24/9) malam.

Dalam Festival yang berlangsung selama enam hari tersebut diikuti 60 lebih peserta dari berbagai tangkai lomba. Diantaranya syair gulung, dendang melayu, zapin tradisional dan zapin kreasi.

Raja Kerajaan Matan Tanjungpura Ketapang, Ir Gusti Kamboja dalam sambutannya mengatakan, sebagai penyelenggara festipal, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah (Pemda) lantaran mendukung penuh suksesnya kegiatan.

“Mudah-mudahan apa yang dikerjakan pada Festival kali ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Seperti yang tercantum dalam amanah UU no 5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan. Dimana harus dapat memberikan mafaat bagi penganutnya,” kata Gusti Kamboja, Minggu (24/9) malam.

Terhadap kebudayaan, Menurutnya tantangan yang dihadapi bukan persoalan menampilkan kebudayaan, namun bagaimana kebudayaan yang ada harus mampu bertahan dengan baik.

“Oleh karenanya, mudah-mudahan di tahun dapan kebudayaan yang kita miliki saat ini bisa tampil menjadi lebih baik lagi. Sehingga dapat memberikan kontribusi dalam memajukan daerah dan masyarakatnya,” ucap raja bergelar Pangeran Ratu Kerta Negara ini.

Selain itu, Kamboja menyarankan agar kebudayaan di Ketapang ada sinergisitas dan saling keterpaduan dalam event bersama. Lantaran di Ketapang sangat kaya akan budaya.  Diantaranya ada budaya Melayu, Dayak, Jawa, teonghua, Bugis, batak dan lain sebagainya.

Menurut dia, jika semua kebudayaan dari berbagai suku tersebut disatukan dalam satu event, maka  akan menjadi kekuatan dan nilai tambah bagi Ketapang, terutama dalam hal mempromosikan daerah.

Terlebih dijelaskannya, moment tersebut bisa disepakati bersama. Misalnya pada peringati hari jadi Ketapang yang saat ini sudah ada Perdanya. Sehingga kebudayaan di Ketapang yang beragam dan berwarna menjadi modal untuk lebih berbeda dari daerah lain.

“Untuk itu diharapkan, ada event bersama yang akan dilakukan. Dan tentunya yang mampu menginisiasi ini adalah pemerintah daerah,” ujar Mantan Ketua DPRD Ketapang ini.

Diakhir sambutannya, diharapkannya juga, kepada pemerintah melalui dinas terkait harus tetap menyelenggarakan event kebudayaan dengan sebaik-baiknya. Terlebih hari ini banyak komunitas kebudayaan di Ketapang yang rindu akan adanya event kebudayaan.

“Meskiun anggarannya yang tidak banyak, namun dengan kerjasama dan bersinergi serta saling mendukung. Maka semuanya akan bisa terlaksana,” tutupnya.(absa).

Leave a Reply

Your email address will not be published.