Penyelenggara Sea Games 2017 Diprotes

Sea Games - Net
Sea Games 2017-Net

KETAPANGNEWS.COM—Terbaliknya gambar bendera Indonesia dalam buku panduan Sea Games 2017 serta dimuat satu media cetak tuan tumah menuai banyak protes, baik dari Pemerintah maupun nitizen Indonesia. Bahkan, salah satu cabang olah raga juga sempat melakukan Walk Out lantaran merasa di curangi oleh wasit dan panitia.

Tak hanya aksi walk out, pelaksanaan Sea Games kali ini juga tercoreng dimata seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia, akibat kesalahan pihak panitia penyelenggara yang memuat bendera Indonesia terbalik di buku panduan. Sehingga hal tersebut menjadi viral di Media Sosial (Medsos).

Secara jelas, dalam buku itu, bendera Indonesia terbalik menjadi putih merah. Dimana di akui sebagai kesalahan percetakan oleh pihak malaysia. Namun kembali terulang dua hari kemudian oleh salah satu media cetak malaysia dengan melakukan hal serupa.

Menyikapi hal ini, salah seorang wasit karate nasional asal Kabupaten Kayong Utara, Muhammad Hasbi mengatakan, jika hanya sekali mungkin Malaysia bisa mengelak dengan mengatakan kesalahan teknis percetakan. Namun bila kembali dilakukan, itu namanya kesengajaan dan harus di berikan tindakan tegas.

“Begini, kalau sekali dan langsung ditarik peredarannya mungkin itu memang kesalahan para panitia dilapangan dalam proses percetakan. Tapi kenyataannya hal ini kembali terulang hanya berselang dua hari, oleh salah satu media cetak Malaysia, apakah itu bukan kesengajaan.” tanya Hasbi, Kamis (24/8).

Hasbi menambahkan, apa yang dilakukan Pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sudah benar, yakni melayangkan nota protes kepada penyelenggara (Malaysia-red) agar kedepan tidak kembali terulang.

“Sejauh ini saya melihat, apa yang dilakukan pemerintah pusat sudah benar. Yakni melayangkan nota protes kepada negara Malaysia. Tinggal kita tunggu saja tindak lanjut dari mereka,” tuturnya.

Sementara itu, mantan atlet tarung derajat peraih medali perak PON kemarin, Febri Winarto   merasa kecewa dengan pihak penyelenggara. Ia menilai hal demikian adalah kelicikan, lantaran meurutnya sengaja melecehkan untuk mengaburkan fokus bertanding kawan-kawan.

Namun demikian, dirinya meminta kepada para atlet asal Indonesia terus fokus dan membalas dengan prestasi gemilang untuk menundukkan tuan rumah.

Terkait langkah pemerintah melayangkan nota protes, Febri menuturkan masih belum cukup untuk menunjukan rasa kekecewaan seluruh bangsa Indonesia. Menurutnya yang paling tepat adalah  menuntut Malaysia merilis permohonan maaf secara resmi diseleuruh media Internasional.

“Saya belum puas dengan apa yang dilakukan pemerintah kita. Karena nota protes masih dirasa kurang untuk mengimplimentasikan rasa kecewa seluruh masyarakat Indonesia, belum lagi cabang olahraga yang dicurangi. Maka yang tepat adalah Malaysia merilis permohonan maaf kepada Indonesia melalui semua media Internasional,” ketusnya.(rizar/absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.