NU Seponti: Ini Tata Cara Pemotongan Hewan Qurban sesuai Syari’at

Qurban
Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdatul Ulama (MWC NU) Seponti Slamet Riyadi-Karim

KETAPANGNEWS.COM, Kayong Utara – Menjelang Hari Raya Idul Adha Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdatul Ulama (MWC NU) Seponti Slamet Riyadi menyampaikan beberapa poin dalam memotong Hewan Qurban, saat di temui awak media Ketapangnews.con di kediamannya RT 11 Desa Telaga Arum Kecamatan Seponti. Kamis (31/8).

Dalam kesempatan tersebut Slamet Riyadi menyebutkan, beberapa hal mengenai tata cara dalam pemotongan hewan qurban yang sesuai dengan Syariat Islam yang di antaranya adalah mengawali dengan niat.

“Dalam pemotongan hewan qurban pada saat hari raya Idul Adha tentunya pertama harus dengan niat atas apa yang kita qurbankan,” katanya.

Ia menjelaskan, yang kedua harus menggunakan alat yaitu Golok yang tajam agar hewan yang kita qurbankan tidak terasa tersiksa, ketiga hewan qurban kita baringkan dengan posisi menghadap ke Kiblat.

“Ke empat setelah di potong dan di bersihkan ada baiknya daging hewan di gantung dengan tujuan agar darah-darah yang masih ada bisa mengalir keluar.dan tidak kotor oleh kuman,” jelasnya.

Sebelum lebih lanjut berbincang, Slamet juga menuturkan terkait nadi atau bagian yang harus putus pada saat memotong hewan qurban. Ia mengatakan dalam pemotongan harus ada dua nadi utama yang harus putus.

“Dalam pemotongan hewan qurban ada dua nadi utama yang harus putus di antaranya urat nadi pernapasan dan nadi darah yang menuju ke otak besar, pemutusan dua nadi utama itu agar hewan qurban cepat dalam proses pemotongannya,” ungkapnya.

Slamet menyampaikan himbauan kepada masyarakat Seponti terkait datangnya hari raya idul qurban dan semakin meluasnya tingkat radikalisme serta intoleransi yang terjadi saat ini.

“Kami selaku pengurus Majelis wakil cabang NU seponti sangat mengimbau kepada masyarakat menjelang Idul Adha mari sama-sama menjaga toleransi menjaga kebersamaan dan tidak berlebih- lebihan dalam mensyukuri apa yang kita dapatkan, mari kita bertakbir dan menyambut hari raya Idul Adha ini dengan Hikmat dan sebenar-benarnya,”timpalnya.(Karim)

Leave a Reply

Your email address will not be published.