Kelangkaan Gas 3 Kg, Pemda di Minta Rapat Koordinasi

Tabung Gas-1
Tabung Gas 3.Kilogram- Net

KETAPANGNEWS.COM- Ketua Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK), Isa Anshari meminta Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Bagian Perekonomian Setda Ketapang untuk segera melakukan rapat koordinasi guna mencari benang merah kelangkaan gas elpiji ukuran 3kg yang diduga akibat ulah oknum-oknum yang ingin meraup keuntungan pribadi.

Isa mengaku,sudah berkirim surat untuk koordinasi sudah dan di kirim ke bagian perekonomian Setda Ketapang dengan harapan mereka selaku pihak berwenang segera melakukan rapat baik dengan Disperindagkop, kantor pelayanan terpadu, SPBE, Agen, sub agen, pangkalan, polres Ketapang, dan pihak lainnya agar dapat menemukan penyebab kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kg di Ketapang.

“Beberapa pekan terakhir gas elpiji 3kg di Ketapang sempat mengalami kelangkaan bahkan warga harus merogoh kocek hingga 40 ribu pertabungnya,” kata Isa Selasa (29/8).

Isa menuturkan, tak hanya harganya mahal wargapin harus rela untuk antri berjam-jam lamanya hanya untuk mendapatkan gas elpiji 3kg ini. Ironisnya kejadian ini terjadi cukup lama tanpa adanya tindak lanjut penyelesaian dan solusi yang diberikan.Saat ini harganyapun masih di atas harga normal, kemudian susah didapat sebab ketika gas datang di agen-agen langsung habis terjual.

“Kami sudah mengecek langsung ke SPBE yang ada di Ketapang yang mana dari informasi yang didapat kuota gas elpiji ukuran 3kg untuk Ketapang perharinya mencapai 40 ton atau 12.880 tabung yang melayani 4 agen besar di Ketapang dan 2 agen besar di Kayong Utara,” jelasnya.

Menurutnya,kuota itu sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tapi kenyataannya kelangkaan masih berulang kali terjadi, tentu ada penyebabnya dan ini harus di carikan solusi.

“untuk itu rapat koordinasi harus di lakukan agar dapat menarik benang merah dari kelangkaan gas ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini diduga kalau gas-gas elpiji bersubsidi tersebut lebih banyak di bawa ke daerah perhuluan Ketapang untuk dijual dengan harga yang lebih tinggi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga gas-gas subsidi mengalami kelangkaan khusususnya di perkotaan Ketapang.

“Rapat koordinasi diharapkan semua pihak bisa mengetahui berapa jumlah pangkalan-pangkalan yang ada di Ketapang, terus setiap agen melayani berapa pangkalan dan berapa kuota yang diberikan, ” ujarnya.

Jika itu semua bisa didata lanjut Isa, maka bisa diketahui berapa jumlah gas yang beredar sebenarnya apakah benar-benar disalurkan atau ada mafia-mafia gas yang menimbun atau dibawa semua ke perhuluan untuk meraup untuk lebih besar.

Ia menambahkan, untuk itu, selain meminta rapat koordinasi dilakukan agar jelas berapa peredaran gas yang disalurkan baik dari SPBE ke Agen maupun agen ke Pangkalan supaya persoalan cepat teratasi dan dicarikan solusi, pihaknya juga meminta agar Polres Ketapang melakukan razia ke agen atau pangkalan agar penyaluran yang ada benar-benar untuk peruntukannya.

“Kepolisian kita harapkan untuk rutin melakukan razia dan pengawasan, karena saat ini yang menjadi korban kejadian adalah masyarakat banyak,” pungkasnya.(dra).

Leave a Reply

Your email address will not be published.