Jamaah Haji Ketapang Persiapkan Diri Laksanakan Puncak Haji di Arafah

Laporan Aspul Anwar Kasubag Setda Ketapang dari Arab Saudi

IMG-20170830-WA0002
Jamaah Haji Ketapang mendengarkan penjelasan dari pemandu haji kloter 16 dari TPIH Kemenag, Ustadz M Agus Amin- Aspul Anwar.

KETAPANGNEWS.COM,Mekkah – Jamaah Haji asal Kabupaten Ketapang saat ini dipastikan dalam kondisi sehat wal-afiat dan sedang mempersiapkan diri untuk kegiatan menjelang wukuf di Armina Arafah pada 9 Zulhijah 1438 H Kamis (31/8).

Hal tersebut disampaikan Kasubbag Kehumasan Setda Ketapang, Aspul Anwar langsung dari Arab Saudi. Ia menjelaskan kalau jamaah haji sendiri akan diberangkatkan ke Armina pada Rabu 8 Zulhijah menjelang kegiatan wukuf 9 Zulhijah.

“Alhamdulillah kondisi kami semua disini dalam keadaan sehat wal’afiat,” ungkapnya yang juga turut menunaikan ibadah haji, Rabu (30/8).

Sementara, pemandu haji kloter 16 dari TPIH Kemenag, Ustadz M Agus Amin menjelaskan, semua kegiatan di Armina merupakan puncak dari pelaksanaan haji, sehingga ketika semua syarat rukun, wajib maupun sunnah telah dilaksanakan sesuai tuntutan syariat maka insya allah jamaah haji akan menjadi haji mabrur.

“Saat ini para jamaah juga terus mempersiapkan diri dan perbekalan secukupnya dan mengurangi kegiatan diluar Maktab,” jelasnya.

Ia menuturkan, menjelang ke Arafah kota Makkah saat ini semakin padat lantaran seluruh jamaah baik dari gelombang pertama Madinah maupun gelombang ke dua dari embarkasi sudah berada di Makkah al-Mukaramah.

“Pihak terkait mengantisipasi kepadatan jamaah di masjidil haram dengan memberhentikan fasilitas transportasi sejak lima hari lalu, sehingga para jamaah yang maktabnya jauh dari masjidil haram melakukan sholat di musallah dan masjid yg terdekat dengan maktab,” tuturnya.

Tak hanya itu, petugas maktab juga menyampaikan peraturan yang diberlakukan oleh pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian haji nya, bahwa seluruh jamaah tidak boleh melakukan pelembaran jamarat diluar jadwal yang telah diatur dan di publis kepada jamaah melalui ketua rombongan masing-masing.

“Apabila ada yang tidak mengikuti jadwal pelemparan jamarat dan menyebabkan terjadi masalah, maka menjadi tanggung jawab jamaah secara pribadi dan rombongan,” tutupnya.(**).

Leave a Reply

Your email address will not be published.