Hutan Mangrove, Alternatif Berwisata di Kayong Utara

IMG-20170821-WA0026
Agus (kanan) saat diwawancara di obyek wisata hutan Magrove Senin (21/8)- Hardi.

KETAPANGNEWS.COM,Kayong Utara- Kabupaten Kayong Utara (KKU) memiliki destinasi wisata yang berlimpah. Dari wisata yang ada di Kepulauan Karimata sampai tempat wisata di ibu kota kabupaten, Sukadana.

Beberapa wisata yang telah familiar ditelinga masyarakat seperti Pantai Pulau Datok, Air Pauh, Pantai Pasir Mayang dan Pantai Tambak Rawang. Selain itu, baru-baru ini KKU memiliki destinasi wisata yang tergolong baru, sehingga belum seramai Pulau Datok. Tempat tersebut adalah hutan mangrove yang terletak didekat kawasan pasar ikan atau Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Sukadana, KKU.

Beberapa pengunjung datang disore hari, karena disiang hari kawasan tersebut tergolong panas. Salah satu pengunjung, Agus yang berasal dari Kecamatan Teluk Batang. Ia sengaja datang bersama rekanya untuk menikmati keindahan Hutan Mangrove Sukadana, Senin, (21/8).

Agus yang baru pertama kali datang ke Hutan Mangrove Sukadana ini datang ketempat tersebut karena penasaran setelah melihat foto-foto hutan mangrove dari rekannya.

“Saya baru pertama kali ini, jadi penasaran aja, seperti apa hutan mangrove ini. Karena biasanya saya cuma melihat foto-foto di hp (handphone) teman saya, makanya saya sengaja datang kesini,” ujar Agus saat ditemuai wartawan Ketapangnews.com.

Agus juga memberikan masukan agar pemerintah KKU menyediakan tempat parkir khusus, agar pengunjung dapat leluasa dan lebih mempermudah. Pasalnya, saat ini tempat parkir semntara yang digunakan pengunjung masih menggunakan fasilitas TPI.

“Kalau menurut saya, tempat parkir ini kurang. Selain itu, tempat parkir saat ini kan TPI, jadi harus dibuatkan tempat parkir sendiri agar lebih mudah,” tegas Agus.

Karena tergolong objek wisata baru, hutan mangrove ini belum memiliki tempat sampah dan toilet. Sehingga, Agus juga menyarankan agar pemerintah setempat secepatnya dapat menyediakan tempat sampah dan toilet khusus bagi pengunjung hutan mangrove.

“Selain parkir, mungkin selanjutnya pemerintah bisa menyediakan tempat sampah dan toilet khusus. Agar selanjutnya pengunjung lebih nyaman dan mudah,” tutup Agus. (Hardi).

Leave a Reply

Your email address will not be published.