Peringati HUT Bhayangkara, Polres Ketapang Gelar Syukuran

HUT Bhayangkara 2
Suasana syukuran HUT Bhayangkara Polisi RI ke 71 di Aula Mapolres Ketapang, Senin (10/7).

KETAPANGNEWS.COM—Selain menyelenggarakan Apel dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara Polisi Republik Indonesia ke-71, Polres Ketapang juga menyelenggarakan syukuran HUT Bhayangkara, Senin (10/7) di Aula Mapolres Ketapang.

Hadir dalam acara, Wakil Bupati Ketapang Drs Suprapto S, Dandim 1203 Letkol Inf Riko Harianto, Kepala Kejaksaan Negeri Joko Yuhono dan Ketua PN Maslikan SH, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta undangan lainnya.

Kapolri, Drs HM Tito Karnavian MA PHD dalam sambutannya yang dibacakan Kapolres Ketapang, AKBP Sunario mengatakan, di moment yang penuh Hikmad ini, dirinya mengajak seluruh yang hadir untuk bersama menundukkan kepala sejenak Seraya mendoakan para Pahlawan Kusuma Bangsa, khususnya anggota Polri yang telah gugur mendahului agar diberikan tempat terbaik di sisinya.

“Para pahlawan tersebut telah memberikan segenap pengabdian terbaiknya, mengorbankan jiwa dan raga demi tegaknya hukum. Serta terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Kapolres.

Lebih lanjut dikatakan Kapolres, kita semua bersyukur bahwa Polri telah berusia 71 tahun. Dimana pada 1 Juli ditetapkan sebagai hari Bhayangkara dan penetapan hari kepolisian nasional. Smula kepolisian terdiri dari banyak elemen, kemudian disatukan dalam Djawatan Kepolisian Negara (DKN) yang mencakup seluruh wilayah Republik Indonesia langsung dibawah perdana menteri.

“Saya bersyukur bahwa Polri masih survive sebagai organisasi bahkan sudah berkembang menjadi institusi penting. Serta menjadi salah satu pilar perekat keutuhan NKRI. Saat ini organisasi Polri terdiri dari 33 Polda, 461 Polres dan 4.872 Polsek dengan total anggota sejumlah 42 3624 personil,” ujar AKBP Sunario.

Untuk itu, Kepada Presiden pihaknya mengucapkan terima kasih lantaran pada masa kepemimpinannya, organisasi ini semakin berkembang. Dimana dibawah kepemimpinan sejak tahun 2014, ditingkat Mabes Polri diperkuat dengan pembentukan struktur baru, antara lain berupa pembentukan Korpolairud, Korbinmas, dan Khorshabara masing-masing dipimpin seorang Inspektur Jenderal polisi.

Kemudian, pembentukan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim, Direktorat keamanan khusus Baintelkam, serta biro multimedia Divhumas yang masing-masing dipimpin seorang Brigadir jenderal.

Sementara Pada tingkat Polda dipaparkan Sunario, telah terbentuk dua Polda baru, yaitu Polda Sulawesi Barat dan Polda Papua Barat, 11 Polres baru, 99 Polsek baru serta 144 polsubsektor.

“Selain itu, 8 Polda dinaikkan dari tipe B yang dipimpin seorang Brigadir Jenderal menjadi tipe a yang dipimpin seorang Inspektur Jenderal. Selnjutnya peningkatan lima tipe Polres dari tipe B yang dipimpin oleh seorang AKBP menjadi tipe A yang dipimpin seorang Kombes,” paparnya.

Demikian pula bidang anggaran, sampai dengan saat ini anggaran Polri terus meningkat. Pada tahun 2014 anggaran Polri sebesar 44 triliun, naik menjadi 57 triliun pada tahun 2015. Kemudian naik menjadi 79 triliun pada tahun 2016 serta naik menjadi 84 triliun pada tahun 2017.

“Dengan demikian dalam waktu 3 tahun anggaran Polri telah bertambah hampir menjadi dua kali lipat,” timpal Sunario.

Selanjutnya, dengan ruang fiskal yang lebih luas, Polri telah dapat modernisasikan peralatan, sistem serta sarana prasarana. Diantaranya Pembangunan Gedung Polda Metro Jaya yang telah dimulai sejak tahun 2004 dan mengalami kekerasan dalam pelaksanaannya. Setelah menunggu selama 13 tahun Gedung Polda Metro Jaya akan selesai pembangunannya pada akhir tahun 2017 ini.

Demikian juga dengan gedung bareskrim yang telah berusia 40 tahun sedang dibangun sebanyak 17 lantai akan selesai pembangunannya pada akhir tahun 2017 ini. Gedung Polda Sumbar tahun 2016 terbagus di Kota Padang.

Di bidang kesejahteraan, remunerasi anggota Polri yang pada tahun 2015 hanya 33% saja, sejak tahun 2016 sudah meningkat mencapai angka rata-rata 54 persen. Seluruh anggota Polri juga atas kebijakan presiden telah menjadi anggota BPJS.

Selain itu banyak Rumah Sakit Polri di seluruh Indonesia telah menjadi Badan Layanan Umum (BLU) sehingga lebih Mandiri dan mampu melayani kesehatan anggota Polri maupun masyarakat.

Polri juga berupaya melakukan pembenahan internal dan meningkatkan kinerja melalui peningkatan profesionalisme, memperbaiki kultur yang lebih positif serta manajemen media.

“Hal tersebut mulai nampaknya hasil positif yang ditunjukkan dengan meningkatnya kepercayaan publik di awal tahun 2017 yang telah naik di papan tengah tingkat kepercayaan publik nya,” timbal mantan Kapolres Sambas Ini

Dari itu, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Presiden dan Wakil presiden yang telah membimbing upaya perbaikan institusi Polri.

“Terima kasih terhadap segenap Pimpinan lembaga tinggi negara , kementerian dan lembaga pemerintah yang telah bekerjasama dan mendukung berbagai upaya perbaikan institusi Polri,” ujarnya.

Ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada para sesepuh Polri yang senantiasa memberikan masukan dan kontribusi positif untuk perbaikan Polri serta segenap personel Polri yang telah bekerja keras untuk melaksanakan reformasi.

“Polri juga mengucapankan terima kasih dan penghargaan kepada segenap masyarakat yang telah mendukung dan mengambil bagian dalam upaya untuk mewujudkan Polri yang lebih baik,” ucapnya.

Kapolres mengatakan, Polri bukanlah hanya milik Polri semata, namun Polri adalah milik kita semua, baik pemerintah maupun masyarakat. Karena itu dukungan dan doa dari semua pihak sangat kami butuhkan guna mewujudkan harapan pemerintah dan masyarakat.(absa).

Leave a Reply

Your email address will not be published.