Pajak Daerah Ketapang Meningkat

Meningkat 119 Persen

bupati-memberikan-reward
Bupati Ketapang Martin Rantan saat memberikn penghargaan kepada salah satu perusahaan, Rabu (14/12) di Borneo Hotel.

KETAPANGNEWS.COM—Dalam rangka meningkatkan motivasi wajib pajak, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Ketapang memberikan penghargaan kepada wajib pajak dan mitra pendukung pengelolaan pajak daerah tahun 2016. Kegitan tersebut digelar pada Rabu (14/12) di Aula Hotel Borneo.

Kepala Dispenda, Drs H Marwannor MM mengatakan, out put dari kegiatan ini yaitu untuk memotivasi para wajib pajak agar membayar pajak tepat waktu. Sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa meningkat. Terlebih dikatakannya tahun ini mengalami peningkatan 12 persen pajak daerah yang juga termasuk PAD.

“Untuk tahun ini PAD sudah mencapai 119 persen tepatnya bulan novemeber lalu. Yang paling besar pemasukan adalah biaya Perolehan Hak Atas Tanah (BPHAT) sebesar 40 M lebih sekaligus penyumbang terbesar PAD Ketapang,” kata Marwan kepada Ketapangnews.com, Rabu (14/12).

Mantan Kabag Keuangan ini juga mengungkapkan, selain potensi daerah yang ada sebagai pemasukan pajak derah, saat ini pihaknya sedang menjajaki potensi – potensi yang ada sebagai penambahan PAD.

“Contohnya seperti BPJ Non PLN yang saat ini sedang dikaji agar kedepan menjadi salah satu penyumbang pajak daerah juga,” ungkapnya.

Selain itu, Kedepan pihaknya juga akan memberi reward kepada setiap desa yang memberikan kontribusi PBB kepada daerah. Saat ini baru sampai pada tingkat kecamatan lantaran ini kegiatan pertama Dispenda.

Ia menegaskan, bagi perusahaan yang tidak membayar pajak, tentu memiliki konsekuensi hukum. Diantaranya pensegelan bahkan tindak pidana kalau mereka tidak bayar pajak atau penggelapan pajak.

“Kalau ada laporan dari masyarakat tentang perusahaan tidak bayar pajak, kita akan tindak lanjuti. Sebab kita sudah membentuk tim pemeriksa pajak. Itulah yang berfungsi menangani persoalan terhadap yang tidak bayar pajak,” tegasnya.

Ia menghimbau, kepada para seluruh wajib pajak agar membayar tepat waktu sesuai aturan.  “Untuk pembayaran bisa langsung saja ke kas daerah, malahan itu lebih bagus,” pungkasnya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.